BANGKEP – Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Banggai berupaya mendorong pelayanan prima di wilayah kerjanya. Komitmen lembaga pemerintah non-kementerian ini diwujudkan, salah satunya melalui konsultasi publik.
Selasa 11 Agustus 2026, Loka POM Banggai menggelar konsultasi publik di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep). Fokus pembahasannya pada optimalisasi tata kelola pelayanan publik dalam pengawasan obat dan makanan yang berkualitas, profesional, serta berintegritas.
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat kantor bupati Bangkep itu dihadiri seluruh petinggi Loka POM Banggai di bawah kepemimpinan Emil Syachrul, bersama jajaran pemerintah setempat lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Tak ketinggalan juga perwakilan Polres Bangkep, Badan Narkotika Nasional (BNN), Ikatan Apoteker Indonesia, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia, insan pers, Amik Luwuk, Forum Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana, hingga Ikatan Pemuda di Banggai Kepulauan.
Kepala Loka POM Banggai, Emil Syachrul dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah (Pemda) Bangkep yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kata Emil, konsultasi publik dimaksudkan untuk menjaring saran dan masukan para pihak, sekaitan dengan upaya memastikan mutu dan manfaat prodak obat-obatan ataupun makanan yang terserbar seantero Pulau Peling terjaga.
“Semoga kegiatan ini memberi dampak positif bagi masyarakat luas,” ucapnya.
Usai kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bangkep, Serfi Kambey, Emil melanjutkan pemaparannya. Dimulai dari landasan hukum yang melekat terhadap tupoksi (tugas pokok dan fungsi) lembaganya, profil Loka POM Banggai, tujuan kegiatan, standar pelayanan, hingga reward dan punishment (penghargaan & hukuman) bagi pihak yang mematuhi atau melanggar ketentuan.
Dia menyampaikan, ada tiga poin penting tujuan kegiatan, pertama trust sekaitan dengan membangun kepercayaan masyarakat atas penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan Loka POM Banggai agar seiring dengan harapan dan kebutuhan masyarakat.
Kedua quality, yakni meningkatkan kualitas pelayanan publik POM Banggai. Ketiga public suggestion, tentang menampung saran dan masukan dari berbagai perwakilan elemen masyarakat, meliputi lingkungan akademisi, pelaku usaha, organisasi atau komunitas, pemerintah hingga kalangan pers.
Dia juga merinci delapan standar pelayanan yang melekat di Loka POM Banggai, mencakup:
- Pengaduan masyarakat, serta informasi obat dan makanan
- Sertifikasi Cara Distribusi Obat yang Baik atau CDOB
- Sertifikasi pemenuhan aspek Cara Pembuatan Obat Bahan Alam yang Baik (CPOBAB)
- Sertifikasi pemenuhan aspek Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB)
- Rekomendasi sebagai pemohon notifikasi kosmetik
- Izin penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB)
- Penerbitan Surat Keterangan Impor (SKI)
- Penerbitan Surat Keterangan Ekspor (SKE).
“Kewenangan kami mencakup delapan poin tersebut,” tegasnya.
Dia memastikan jajarannya akan memberi kemudahan serta keterbukaan bagi seluruh lapisan masyarakat agar setiap saat bisa mengakses berbagai fitur layanan. Emil menekankan, lembaga yang dinahkodainya menolak keras segala bentuk praktek gratifikasi dengan iming-iming memuluskan urusan masyarakat.
“Tolong bantu kami dengan tidak memberi dalam bentuk apapun. Jika itu terjadi, kami pastikan akan menyerahkan pemberian masyarakat, baik dalam bentuk uang atau bingkisan ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” imbaunya.
Dengan demikian, pihak-pihak yang berkepentingan dengan POM Banggai tak perlu khawatir untuk berurusan. Cukup menyiapkan persyaratan administasi yang dibutuhkan, para pihak bisa langsung mengakses pelayanan, baik secara offline hingga online.
“Tidak perlu memikirkan harus siapkan biaya ini-itu. Biaya yang dipungut hanya yang sudah diatur sesuai ketentuan. Itu pun transaksinya bukan ke kami, tapi langsung dengan pemerintah berwenang,” jelasnya.
Emil berharap, optimalisasi pelayanan POM Banggai dalam mengawasi peredaran obat dan makanan di Bangkep mendapat dukungan banyak pihak melalui kerja-kerja kolektif. Sehingga masyarakat bisa benar-benar memenuhi kebutuhan prodak obat dan makanan hingga kosmetik dengan mutu terbaik.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari para peserta. Wakil Bupati Serfi Kambey mewakili Pemda Bangkep berterimakasih atas inisiatif positif Loka POM Banggai. Menurutnya, hal ini sangat berguna karena menyangkut kesehatan masyarakat.
Amatan media ini, pihak POM Banggai tak hanya menjelaskan tentang standar pelayanan. Tetapi juga mengedukasi banyak pihak terhadap upaya melindungi seluruh lapisan masyarakat dari risiko kesehatan akibat konsumsi obat dan makanan yang tidak aman, tidak bermutu, serta tidak berkhasiat.
Para peserta juga mendapat pemahaman baru tentang pentingnya menguatkan legalitas dan kualitas prodak (obat, makanan, atau kosmetik) melalui prosedur pelayanan yang mudah dan terbuka.
Apalagi konsultasi publik ini dirangkaikan dengan tanya jawab, diskusi hingga sharing pengetahuan antara POM Banggai dengan para peserta.***
















