banner 728x90

Lagi, Puluhan Siswa di Salakan Diduga Keracunan MBG, Korban Termasuk Guru hingga Orangtua Murid

Sejumlah siswa di Kota Salakan dilarikan ke RSUD setempat akibat diduga keracunan usai menyantap menu MBG, Jumat 11 September 2026.[FOTO: L IMAN F]
banner 500x50

BANGKEP – Insiden siswa keracunan massal kembali terjadi di Kota Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah (Sulteng). Puluhan siswa terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Trikora Salakan akibat diduga keracunan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), pada Jumat 11 September 2026.

Data yang dihimpun media ini sampai dengan pukul 15.15 Wita menyebutkan, jumlah korban telah mencapai 38 orang. Mereka adalah para siswa dari SMK Negeri 1 Tinangkung, SD Negeri Tompudau, dan SD Negeri Bongganan. 

Korbannya didominasi oleh siswa Sekolah Dasar (SD). Selebihnya adalah satu orang guru, termasuk salah satu orangtua siswa yang ikut menyantap hidangan MBG.

Sementara beberapa guru lainnya dilaporkan ikut mengalami kelainan. Meski demikian, mereka enggan dibawa ke RSUD, karena memilih penanganan secara mandiri.

Amatan media ini di RSUD Trikora Salakan pada pukul 13.30 hingga 14.35 Wita, ambulance RSUD dan Polres Bangkep silih berganti membawa para korban. Situasi di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) sangat sibuk. Para petugas wara-wiri memberi penanganan kepada korban. 

Berbagai instansi lintas sektor terlibat langsung membantu proses penanganan. Mulai dari anggota Polres dan Koramil setempat, Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta beberapa lagi. Ketua DPRD Bangkep, Arkam Supu juga terlihat memantau perkembangan kondisi siswa.

Tiap-tiap korban memperlihatkan gejala berbeda. Mulai dari lemas, pusing, sesak napas, hingga muntah-muntah. Sedangkan seorang guru yang ikut menjadi korban mengaku merasakan kulit wajahnya menebal.   

Belum diketahui persis penyebab keracunan. Anehnya, menu MBG yang disantap para siswa berasal dari dua Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) berbeda yang disalurkan untuk tiga sekolah. SMK 1 Tinangkung, SD Negeri Bongganan dan SD Negeri Tompudau di Kota Salakan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari para pemangku kepentingan hingga pihak vendor. Korban pun dikhawatirkan masih berpotensi bertambah.

Fenomena siswa keracunan massal ini adalah yang keempat kalinya terjadi di Kabupaten Banggai Kepulauan. Kejadian tersebut semakin mengurangi kepercayaan orangtua siswa terhadap keamanan menu MBG yang disalurkan kepada anak mereka.

Pemerintah daerah (Pemda) serta para pemangku kepentingan lainnya diharapkan bisa berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan pengawasan terhadap kinerja pihak-pihak yang terlibat dalam proses pemenuhan bahan makanan hingga dimasak oleh Dapur SPPG sebelum akhirnya disalurkan ke sekolah.*** 

banner 325x300
Penulis: Laode Iman FirmansyahEditor: Laode Iman Firmansyah
banner 250x100
error: Content is protected !!