banner 728x90

Petani Padi Tingsel Terancam Gagal Panen, Komisi III DPRD Bangkep Cari Solusi Tangani Kekeringan

Anggota Komisi III DPRD Bangkep saat meninjau lahan persawahan di Kecamatan Tinangkung Selatan, Selasa 8 September 2026.[FOTO: IST]
banner 500x50

Bangkep – Areal persawahan petani di Desa Kampung Baru dan Desa Tinangkung, Kecamatan Tinangkung Selatan (Tingsel), Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) dilanda kekeringan. 

Kemarau berkepanjangan mengakibatkan lahan sawah tadah hujan seluas 70 hektare di wilayah itu tidak mendapat suplai air. Para petani pun kini harap-harap cemas menghadapi ancaman gagal panen. 

Kegelisahan orang tani tersebut direspon DPRD Bangkep, Sulawesi Tengah (Sulteng). Selasa 8 September 2026, sebanyak lima anggota Komisi III DPRD Bangkep langsung ‘turun gunung’. Mereka adalah Ketua Komisi III Nancy Dunda, Harianto L Sadardi, Hurcarlos, Steven Darwis, dan Atriani Marta Saki. 

Kehadiran anggota dewan dalam agenda monitoring mendapat pendapingan dari camat Tinangkung Selatan, BPP kecamatan setempat, kepala Desa Kampung Baru bersama ketua BPD, juga para petani.

Setiba di lokasi, para pemangku kepentingan langsung menyasar beberapa titik areal persawahan. Selesai mengecek kondisi lahan beserta padi, kelima wakil rakyat kemudian berdiskusi dengan petani, pemerintah desa hingga pejabat kecamatan.

Poin pentingnya, para anggota legislatif (aleg) menginginkan adanya penanganan cepat untuk memenuhi kebutuhan air persawahan tanpa harus menunggu hujan turun. 

Persoalan ini akan ditindaklanjuti wakil rakyat hingga ke tingkat pemerintah daerah. Mereka bertekad untuk menyelamatkan para petani dari potensi gagal panen.

Sementara itu, Remi, salah seorang petani mengaku khawatir jika panen kali ini mengalami kegagalan. Sebab telah banyak biaya yang dikeluarkan. Mulai dari sewa bajak sampai pembelian bibit padi juga pupuk.

“Saya dan teman-teman petani sudah berupaya mengambil air dari embung terdekat untuk mengatasi masalah ini. Ada juga yang menggali sumur sendiri untuk pengairan di sawah masing-masing, tetapi tetap saja tidak mencukupi kebutuhan air. Untuk itu petani membutuhkan solusi dari pemerintah daerah maupun DPRD Banggai Kepulauan,” harapnya.***

banner 325x300
Penulis: TIMEditor: Laode Iman Firmansyah
banner 250x100
error: Content is protected !!