GLOBAL – Keluarga Sayfollah Musallet, warga negara Amerika Serikat berusia 20 tahun asal Florida tewas dipukuli oleh pemukim Israel di Tepi Barat. Akibat kejadian ini, Washington didesak untuk memulai penyelidikan untuk menuntut pertanggungjawaban para pelaku.
Keluarga Musallet mengatakan dalam sebuah pernyataan, para pemukim Israel mengepungnya selama tiga jam saat penyerangan pada Jumat pekan ini. Tentara Zionis bahkan menyerang petugas medis yang berusaha menghubunginya.
Di mata keluarga, korban dikenal sebagai pemuda baik hati, pekerja keras, dan sangat dihormati, yang berjuang meraih mimpinya.
“Ini adalah mimpi buruk dan ketidakadilan yang tak terbayangkan yang seharusnya tidak pernah dihadapi oleh keluarga mana pun,” ungkap keluarga Saif sebagaimana dilansir dari Al Jazeera edisi, Sabtu 12 Juli 2025.
“Kami menuntut Departemen Luar Negeri AS untuk segera memimpin penyelidikan dan meminta pertanggungjawaban para pemukim Israel yang membunuh Saif atas kejahatan mereka. Kami menuntut keadilan,” tambhanya.
Washington sebelumnya menolak seruan untuk menyelidiki pembunuhan warga negara AS oleh pasukan Israel.
Sebaliknya, para pejabat AS menganggap Israel mampu menyelidiki pelanggaran yang dilakukannya sendiri.
Namun, hasil penyelidikan Israel sanga diragukan objetifitasnya. Sebab jarang menghasilkan tuntutan pidana terhadap para pemukim atau tentara, meskipun pelanggaran mereka terhadap warga Palestina telah terdokumentasi dengan baik.
Departemen Luar Negeri mengatakan pada Jumat malam bahwa mereka tidak memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada keselamatan dan keamanan warga negara AS di luar negeri.
“Kami mengetahui adanya laporan kematian seorang warga negara AS di Tepi Barat. Ketika seorang warga negara AS meninggal dunia di luar negeri, kami siap memberikan layanan konsuler,” ujar seorang juru bicara departemen.***














