BANGKEP – Komisi I DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah (Sulteng) bakal melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) di 24 titik.
Ketua Komisi I DPRD Bangkep, Eko Febrianto Lasata menyampaikan, 24 titik tersebut tersebar se-anteru Pulau Peling mencakup dua sektor. Yakni 12 persoalan desa, dan 12 sisanya terkait masalah pendidikan di sejumlah sekolah.
“Rencana pekan depan kami sudah akan bergerak,” ungkap Eko, Selasa 2 September 2025.
Dia menjelaskan, titik kunjungan Komisi I mengacu pada laporan yang masuk. Meski begitu, politisi PKB ini tidak menampik jika nanti ada ketambahan titik Monev.
“Situasiasional, kalau di lapangan ada aduan kami akan tindaklanjuti selagi bisa dijangkau. Kami juga akan menyesuaikan dengan waktu, sebab kami hanya diberi waktu perjalanan Monev selama 24 hari,” tutur dia.
Pada Monev awal ini, Komisi I akan fokus pada urusan dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD).
Tujuannya, untuk melihat langsung aktivitas belajar mengajar, mengukur, serta menilai efektivitas pelaksanaan program pendidikan. Terutama program pendidikan gratis.
Pihaknya juga akan guna mengukur capaian penyelenggaraan pemerintah desa (Pemdes), mengidentifikasi kendala, serta berkoordinasi dengan aparat dan masyarakat tentang banyak hal.
“Tentunya juga tak terlepas sekaitan dengan berbagai laporan-laporan yang masuk di Komisi I, maupun di lembaga legislatif,” pungkasnya.***














