BANGKEP – Buruknya kondisi salah satu titik infrastruktur jalan di wilayah daerah pemilihan (Dapil) I baru-baru ini menjadi sorotan salah satu media.
Hal itu ikut menyeret nama salah satu anggota legislatif (Aleg) asal Dapil I, Winto J Dosang. Politikus PKS ini dinilai kurang perhatian kondisi infrastruktur.
Tak ingin berdiam diri, anggota Komisi I DPRD Bangkep ini akhirnya angkat bicara. Dia menegaskan komitmennya untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang diwakilinya.
Dalam wawancaranya dengan wartawan, ia menjelaskan bahwa dirinya tidak menutup mata terhadap keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan di wilayah Tinangkung Selatan, Banggai Kepulauan (Bangkep).
“Kami tidak menutup mata dan telinga ketika mendengar keluhan masyarakat dan tidak menutup mata melihat penderitaan yang dialami masyarakat. Namun yang perlu dicermati, dalam menjalankan tugas kedewanan, anggota dewan memiliki mekanisme dan prosedur yang harus dilalui,” ujar Winto.
Winto menambahkan, selama lebih dari setahun menjabat sebagai anggota legislatif, ada beberapa program di daerah pemilihannya yang telah diperjuangkan oleh lembaganya. Ia juga menekankan pentingnya memahami bahwa setiap masalah di daerah pemilihan tidak bisa serta-merta dibebankan kepada anggota dewan, karena semua proses memiliki aturan yang harus diikuti.
“(Saya) kira tidak bijak jika masalah yang terjadi di dapil semua harus ditambahkan kepada anggota dewan. Semua ada aturan mainnya,” tegasnya.
Dengan pernyataan ini, Winto J. Dosang berharap masyarakat dapat memahami bahwa kinerja seorang anggota dewan tidak hanya dilihat dari satu aspek saja, tetapi juga harus mempertimbangkan mekanisme dan prosedur yang berlaku dalam lembaga legislatif.***














