BALUT – Kepengurusan baru Kontak Tani dan Nelayan (KTNA) Kabupaten Banggai Laut (Balut), Sulawesi Tengah (Sulteng) masa bakti 2025-2030 resmi dilantik.
Mereka dilantik secara resmi oleh Bupati Balut, Sofyan Kaepa, SH,. M.Si, di Gedung Serbaguna H Ali Hamid Banggai, Rabu 10 Desember 2025.
Di bawah kepemimpinan Syukri Kaepa, SH, kepengurusan baru KTNA Balut hadir dengan semangat dan wajah baru.
Tak ingin hanya sekedar menjadi instrumen pelengkap pemerintah daerah (Pemda), KTNA Balut justru bertekad mendukung visi misi Bupati Sofyan di periode kedua, serta mensukseskan program Presiden Prabowo Subianto.
Memulai sambutannya pada pengukuhan sekaligus pelantikan pengurusnya, Ketua KTNA Balut, Syukri Kaepa, SH menghaturkan ucapan terimakasih kepada kepala daerah atas penghargaan yang telah diberikan.
Syukri menegaskan, KTNA merupakan organisasi yang menjadi mitra strategis Pemda demi memperkuat kapasitas pelaku utama. Dalam hal ini, memperjuangkan kepentingan petani dan nelayan.
“Serta mendorong para petani dan nelayan untuk berinovasi dengan berbasis kearifan lokal dan teknologi,” ungkap mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) senior Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) ini.
Hal tersebut, masih pria yang akrab disapa SK ini, berkorelasi dengan visi misi Bupati Sofyan Kaepa, yakni ‘mewujudkan Banggai Laut yang maju dan sejahtera dengan melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal yang berbudaya, berbasis pertanian dan kemaritiman yang berkelanjutan’.

Atas dasar itu, KTNA di bawah komando Syukri Kaepa menggaungkan lima komitmen, yaitu: memperkuat kelembagaan dengan menargetkan akan
membentuk kurang lebih 1.575 orang pengurus kelompok tani dan nelayan andalan di 63 desa/kelurahan di seluruh kecamatan, serta mempercepat terwujudnya ketahanan pangan dan ekonomi daerah berbasis pertanian rakyat.
“Amanah ini adalah suatu tanggung jawab yang paling besar untuk membawa orgaisasi KTNA yang lebih baik dari periode sebelumnya,” serunya.
Olehnya, KTNA meminta dukungan Pemda dan instansi terkait dalam bingkai kebersamaan, dengan tetap membuka diri terhadap saran, masukan, atau kritikan demi kepentingan daerah. Sehingga, KTNA Balut dapat terus berbenah diri.
Untuk itu, Syukri mengajak seluruh pengurus agar mengedepankan kerja sama serta menjadikan KTNA sebagai rumah bersama.
Mengutip pernyataan Menteri Pertanian RI, Syukri berkata, KTNA adalah garda terdepan para petani untuk mensukseskan program Presiden Prabowo.
“Mari kita satukan langka, kuatkan tekad demi mewujudkan Banggai Laut sebagai kabupaten mandiri pangan, tangguh nelayan dan unggul dalam tata kelola pertanian dan perikanan. Salam tani dan nelayan. KTNA maju, KTNA sejahtera, bersama KTNA, Banggai Laut maju dan sejahtera,” pungkasnya.***














