SALAKAN – Tahun ini, pembangunan pelabuhan peti kemas di kota Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Provinsi Sulteng akan dimulai.
Diperkirakan, masa pekerjaan atas pembangunannya akan memakan waktu hampir satu tahun. Dengan begitu, dipastikan operasionalisasi kerja akan dimulai diakhir tahun 2026 mendatang.
Meski demikian, sejumlah pihak mulai ramai menyematkan nama yang tepat untuk digunakan pada pelabuhan peti kemas pertama di Kabupaten Bangkep itu.
Salah satunya adalah nama mantan Bupati Bangkep Irianto Malinggong yang pekan lalu telah tutup usia. Penamaan itu merujuk pada jasa Irianto sebagai mantan Bupati Bangkep periode 2006-2011.
Diketahui, Irianto adalah tokoh yang meletakkan pondasi pembangunan di ibukota Bangkep, Salakan.
Banyak fasilitas pemerintahan dan fasilitas umum di Salakan terbangun di era kepemimpinannya.
Ketua Komisi II DPRD Bangkep, Irwanto IT Bua, sepakat dengan usulan penamaan pelabuhan dengan menggunakan nama Irianto Malingong.
“Saya rasa ini tidak berlebihan. Bahkan sangat pantas. Irianto punya jasa yang besar untuk Bangkep, terlebih bagi kota Salakan. Saya sangat sepakat jika nama Irianto dijadikan nama pelabuhan di Salakan,” pungkas Iwan Bua, sapaan akrab Irwanto, Kamis 19 Juni 2025.
Iwan menyakini banyak kalangan yang sependapat dengan ide sebutan pelabuhan Salakan dengan nama Irianto Malingong.
“Dengan jasa serta dedikasinya, saya yakin publik akan memberikan respon positif jika nama Irianto Malingong dijadikan nama pelabuhan,” yakinnya.
Sedikit informasi, jika Irianto Malingong dikenal sebagai bapak pembangunan di Bangkep. Itu didasari oleh fakta jika memang di era kepemimpinannya, geliat pembangunan di daerah itu terkhusus di Kota Salakan dipacu dengan cepat.***














