BALUT – Bupati Banggai Laut (Balut), Sulawesi Tengah (Sulteng), Sofyan Kaepa dibuat terpukau dengan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-12 tingkat kabupaten tahun 2025.
Kata Sofyan, MTQ tahun ini berbeda. Nuansanya tak lagi berskala kabupaten, namun kesannya telah melangkah ke tingkat provinsi.
Pernyataan ini disampaikan Sofyan saat memberikan sambutan sebelum membuka kegiatan yang dipusatkan di Desa Bentean, Kecamatan Banggai Selatan, Jumat 24 Oktober 2025, kemarin malam.
“Ini rasa-rasanya sudah MTQ tingkat provinsi,” ungkapnya.
Setiap tahun pelaksanaan MTQ di Balut mengalami kemajuan. Bagi Sofyan, peningkatan kualitas itu tak terlepas dari peran pemerintah serta dukungan masyarakat luas.
“Setiap tahun perkembangan penyelenggaran MTQ semakin menunjukan kualitas berkat dukungan masyarakat terhadap pemerintahan,” kata bupati dua periode ini.
Penilaian itu sejalan dengan trend positif yang telah direbut dari panggung MTQ maupun ajang Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat provinsi dalam beberapa tahun terakhir. Hasilnya, pelan tapi pasti, kafilah perwakilan Balut mampu mendongkrak posisi peringkat daerah.
“Dulu Banggai Laut di tingkat mana pun hampir nyaris tidak terbaca, alhamdulillah dari periode pertama (menjabat), dari peringkat 12 naik ke peringkat 7. Bahkan MTQ tingkat nasional, Banggai Laut juga tak ketinggalan mengirim kafilah,” ucap Sofyan.

Dia menegaskan, pemerintah tidak menutup mata untuk memberi ruang bagi bibit-bibit unggul Balut unjuk kemampuan. Sekalipun keuangan daerah tidak dalam kondisi stabil akibat diberlakukannya kebijakan efisiensi anggaran.
Sofyan optimis pemerintahannya akan terus berkomitmen mempertahankan pelaksanaan kegiatan positif demi kemaslahatan putra-putri asli Balut.
“Mengapa kegiatan semegah ini bisa terlaksana di tengah efisiensi anggaran? Semua berkat kekompakan, kekerabatan, serta silaturahmi yang baik antara pemerintah dengan masyarakat selaku penerima dari konsep pembangunan,” jelasnya.
Sofyan meyakinkan, pemerintah akan berupaya menjaga eksistensi kafilah Balut di ajang MTQ tingkat provinsi hingga nasional. Terkait itu, dia menekankan para panitia, penyelenggara, serta stakeholder agar objektif dalam menjaring potensi putra-putri asli Balut.
“Jangan ambil dari luar, berdayakan anak-anak asli daerah kita yang dari kecamatan. Maka kita harus didik baik-baik. Kalau ambil dari luar setelah menang mereka pulang (ke daerah asal), bawa pulang hadiah dan piala, yang tertinggal di Banggai Laut hanya nama,” nilainya.
“Tapi kalau yang kita utus adalah anak-anak asli daerah, kalau menang alhamdulillah, kalau kalah maka itu menjadi PR kita bersama,” pungkasnya.
Amatan awak media, kemegawahan penyelenggaraan MTQ tingkat kabupaten tahun ini di Balut sudah terasa sejak iring-iringan rombongan bupati memasuki kawasan kegiatan.
Nuansa Islamiyah yang kental dipadukan dengan nilai-nilai budaya menciptakan kesan luar biasa. Apalagi penampakan panggung utamannya.
Stan-stand berdiri rapih nan bersih melingkari defile kafilah peserta dari 7 kecamatan se-Banggai Laut. Yang tak kalah meriah, penampilan grup penari kolosal.

Tampak juga kehadiran para petinggi daerah. Selain bupati, Wakil Bupati Ablit H Ilyas, Sekretaris Daerah (Sekda) H Ruslan, serta unsur Koropimda, diantaranya Kajari, Pabum Kodim 1308/LB, Kapolsek Banggai mewakili Kapolres Banggai Kepulauan (Bangkep), MUI, Kementerian Agama, dan masih banyak lagi.***














