banner 728x90

Israel Kuasai Komando Kapal Bantuan Inggris pro-Palestina

Para awak kapal pesiar asal Inggris pembawa bantuan kemanusian menuju Gaza di tahan pasukan Israel.[FOTO: The Guardian]

GLOBAL – Pasukan Israel mengambil alih komando Kapal Pesiar Madleen berbendera Inggris yang dioperasikan oleh Koalisi Armada Kebebasan pro-Palestina. Kapal itu bertujuan untuk mengirimkan sejumlah bantuan simbolis ke Gaza

Tindakan yang dilakukan Zionis sebagai upaya menantang blokade jalur laut Gaza. Kini, kapal dan 12 awaknya termasuk aktivis Greta Thunberg diarak menuju ke salah satu pelabuhan di Israel.

Kabar tersebut disampaikan, kata para pejabat setempat sebagaimana dilansir dari The Guardian, Senin 9 Juni 2025. Sehingga kegagalan pengiriman bantuan simbolis ke Gaza hari ini meningkatkan kesadaran internasional tentang kian memburuknya krisis kemanusiaan Gaza.

FFC di akun Telegramnya menyampaikan, pasukan Israel berhasil menaiki kapal pada Senin dini hari sebelum mencapai pantai daratan Gaza.

Kementerian luar negeri Israel mengonfirmasi jika kapal itu berada di bawah kendali Israel.

“Kapal pesiar swafoto milik para selebriti itu dengan selamat menuju pantai Israel. Para penumpang diharapkan kembali ke negara asal mereka,” tulis kementerian di akun X.

Sejauh ini, semua penumpang dinyatakan selamat dan tidak terluka. Kementerian menambahkan, para tawanan diberi roti lapis dan air.

FFC menuduh Israel telah mencegat paksa” Madleen dan bertindak dengan impunitas total. Dikatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kapal itu dinaiki secara tidak sah, awak sipilnya yang tidak bersenjata diculik, dan kargo penyelamatnya, termasuk susu formula bayi, makanan, dan perlengkapan medis – disita.

“Israel tidak memiliki kewenangan hukum untuk menahan relawan internasional di atas Madleen,” kata Huwaida Arraf, seorang penyelenggara Freedom Flotilla.

“Para relawan ini tidak tunduk pada yurisdiksi Israel dan tidak dapat dikriminalisasi karena memberikan bantuan atau menantang blokade ilegal, penahanan mereka sewenang-wenang, melanggar hukum, dan harus segera diakhiri,” tambahnya.

Di antara awak kapal tersebut terdapat aktivis iklim Swedia Thunberg dan Rima Hassan, anggota parlemen Eropa asal Prancis.

“Awak Freedom Flotilla ditangkap oleh tentara Israel di perairan internasional sekitar pukul 2 pagi sebagaimana informasi yang dipoating Hassan di akun X.

Sebuah foto memperlihatkan awak kapal duduk di atas kapal, semuanya mengenakan jaket pelampung dengan tangan terangkat ke atas. Kapal pesiar tersebut membawa kiriman kecil bantuan kemanusiaan, termasuk beras dan susu formula bayi. Kementerian luar negeri mengatakan bantuan tersebut akan dibawa ke Gaza.***

banner 680x150
Penulis: The GuardianEditor: Laode Iman Firmansyah
banner 290x130
banner 400x130 banner 290x130
error: Content is protected !!