BANGKEP – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah (Sulteng) berupaya mengoptimalkan garapan potensi Dana Bagi Hasil (DBH).
Salah satu fokus Pemda adalah, DBH minyak dan gas (Migas) yang dikelola PT Pertamina EP Matindok di Kabupaten Banggai.
Hal ini menarik perhatian anggota DPRD Bangkep, Hur Carlos Pouwano. Dia mengatakan, harusnya Bangkep mendapat porsi DBH setara dengan Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) dan Morowali Utara (Morut).
Asumsi ini merujuk pada kesamaan status Bangkep dengan dua daerah tersebut. Yakni kabupaten yang berbatasan langsung dengan kabupaten penghasil Migas di Banggai.
“Memang, kita di Bangkep belum memiliki peta batas kabupaten sebagai dasar mengklaim status tersebut. Tapi ada faktor lain yang harus dipertimbangkan, yakni Bangkep merupakan daerah yang merasakan langsung dampak dari aktivitas eksplorasi Migas,” katanya pekan ini.
Lebih lanjut, anggota Komisi III ini mengatakan, besaran DBH antara Bangkep dan Touna sangatlah jomplang. Jika Touna dihargai Rp120 miliar, Bangkep hanya sekitar Rp30-an miliar.
Padahal Bangkep berbatasan langsung dengan kawasan pertambangan, sementara Touna hanya berbatasan wilayah administrasi kabupaten atau sedaratan dengan kabupaten penghasil.
“Masalah ini sudah kami suarakan di tingkat provinsi saat koordinasi dan konsultasi Komisi III dengan Badan Pendapatan Sulteng. Badan Pendapatan Sulteng berjanji akan meneruskan masalah ini ke kementerian terkait di pemerintah pusat,” terang Hur Carlos.
Dia menegaskan, Komisi III akan terus menyuarakan masalah ini mengingat pentingnya asupan DBH untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan hadirnya DBH yang adil, Pemda tidak harus bergantung pada pajak usaha rakyat sebagai sumber PAD. Apalagi jika bisa mengklaim DBH di sektor lain, seperti perikanan.
“Upaya ini harus diwujudkan di tengah kondisi lemahnya kemampuan fiskal daerah. Selama ini kita hanya bergantung dengan dana transfer dari pemerintah pusat. Jadi sangatlah perlu mengambil langkah-langkah strategis sebagai wujud solusi mengatasi persoalan yang ada,” pungkasnya.***














