SALAKAN – Kunjungan kerja daerah pilih (Kunker Dapil) mengawali tugas lapangan anggota DPRD Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah (Sulteng) pada tahun anggaran 2026. Sebanyak 25 anggota legislatif (aleg) langsung tancap gas turun ke wilayah konstituen masing-masing.
Salah satunya Ketua Komisi II DPRD Bangkep, Irwanto IT Bua. Sebanyak sembilan desa menjadi titik kunjungan politikus Partai Golkar (PG) ini. Semuanya tersebar di tiga kecamatan, mulai dari Peling Tengah, Bulagi, hingga Bulagi Utara.
Di Desa Oluno, Kecamatan Bulagi misalnya. Irwanto berkunjung ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) desa tersebut. Di sana, dia menemukan kondisi bangunan Ruang Kelas Belajar (RKB) tak layak.
“Ini parah, kalau harus ditangani, penanganannya masuk kategori rehab berat,” katanya kepada sejumlah guru SDN Oluno, pekan ini.
Menurutnya, kondisi RKB sekolah tersebut sangat layak untuk diintervensi anggaran penanganannya. Sayangnya, realisasinya tahun ini belum berkepastian.
“Kita tahu sendiri kalau APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tahun ini (2026) sudah selesai dibahas dan disahkan. Mungkin bisa disiasati di momentum pergeseran atau APBD perubahan. Paling lambat di APBD tahun 2027 mendatang,” jelasnya.
Apalagi, sambungnya, rehab RKB masuk dalam urusan konkuren. Artinya, urusan RKB dikategorikan sebagai kebutuhan dasar yang harus mendapat perhatian pemerintah.
Selain Oluno, Irwanto juga berkunjung ke SDN Balombong, Kecamatan Peling Tengah. Kondisi serupa juga didapatkannya. Bagi wakil rakyat yang akrab dipanggil Iwan Bua ini, urusan RKB menjadi aspek penting dalam memperjuangkan aspirasi.
“Saya akan coba perjuangkan ini dalam forum pembahasan anggaran di tingkat kabupaten,” ungkapnya kepada kepala sekolah SDN Balombong.
Sama halnya dengan SMP Negeri Kecamatan Bulagi Utara. Iwan siap menyuarakan aspirasi ini agar pemerintah daerah (Pemda) menggelontorkan anggaran rehab RKB, pengadaan mobiler hingga kebutuhan prioritas lainnya.

Disampaikan, Irwanto IT Bua juga berkunjung ke SDN dan TK Negeri Sambulangan, Bulagi Utara, Puskesmas Bulagi dan Patukuki, Desa Alakasing, Sosom, dan Bangunemo.***














