banner 728x90

Paripurna DPRD Bangkep Bahas Renja Tahun 2026, Targetkan Efektifvitas Kerja-Kerja Parlemen

Ketua DPRD BANGKEP, Arkam Supu (kiri) dan Wakil Ketua II, Suhardin Sabalino saat menyanyikan lagu Indonesia Raya pada rapat paripurna membahas renja Tahun 2026, Selasa 30 September 2025.[FOTO: L IMAN F]

BANGKEP – DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar rapat paripurna internal, Selasa 30 September 2025. Agendanya, membahas rencana kerja (renja) bagi 25 anggota legislatif (aleg) untuk tahun anggaran 2026 mendatang.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Bangkep, Arkam Supu bersama Wakil Ketua II, Suhardin Sabalino itu berdinamika. Sejumlah aleg memberikan beragam saran dan masukan. Tujuannya, demi mendorong efektivitas pelaksanaan program atau kegiatan parlemen mendatang.

Media ini mencatat, para aleg yang bersuara dalam forum itu adalah, Uturinus Gunawan, Harianto Sadardi, Rutdiansy Malonta, Winto, dan Muh Iqbal Laiti.

Koordinasi AKD, keaktifan aleg, tindaklanjut keputusan DPRD ke pemerintah daerah (Pemda), maksimalisasi peran sekretariat, hingga sorotan terhadap kebutuhan anggaran untuk pembangunan maupun peningkatan infrastruktur publik disuarakan.

Namun beberapa pendapat aleg justru dinilai melenceng dari subtansi paripurna renja. Arkam Supu mengatakan, pendapat aleg haruslah berfokus pada program atau kegiatan yang akan dimasukan dalam daftar agenda kerja tahun berikutnya.

“Kawan-kawan, ini bukan RDP (Rapat Dengar Pendapat), jadi fokus kita jangan keluar dari subtansi rapat renja,” sarannya.

Meski begitu, Arkam tetap mencatat aspirasi rekan sejawatnya untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme kedewanan dengan pihak-pihak yang dituju.

“Kami akan catat. Jika arahnya ke sekretariat kami akan koordinasikan, soal kebutuhan atau kekurangan pembangunan infrastruktur akan disampaikan ke esekutif dalam forum berbeda,” tutur politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Arkam juga mengamini kritik beberapa aleg terkait lemahnya koordinasi beberapa Alat Kelangkapan Dewan (AKD). Dia berjanji, segala bentuk kritik internal akan ditindaklanjuti kepada tiap-tiap AKD dimaksud.

Sementara itu, Suhardin Sabalino menanggapi kritik sekaitan dengan keaktifan aleg dalam setiap forum paripurna.

Menurut Suhardin, hal ini patut menjadi perhatian semua aleg. Katanya, hanya ada dua alasan aleg tak ikut paripurna. Yakni, sakit atau menghadiri agenda partai politik (parpol).

Dipenghujung paripurna, Arkam menyerukan seluruh aleg agar mengoptimalkan seluruh pelaksanaan program dan kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap masyarakat Bangkep.***

banner 680x150
banner 290x130
banner 400x130 banner 290x130
error: Content is protected !!