BANGKEP – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) DPRD Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah (Sulteng) memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka penderita stunting di daerah.
Salah satu wujud kepedulian fraksi partai berlambang ‘Kepala Banteng Moncong Putih’, diperlihatkan anggota F-PDIP asal daerah pilih (Dapil) II, Veririanus Lamasang.
Pada Selasa 21 Oktober 2025, Veririanus bersama staf fraksi menyambangi salah satu rumah di Desa Luk Sagu, Kecamatan Tinangkung Utara. Di rumah tersebut, Veririanus menemui salah seorang anak di bawah usia lima tahun (balita) bernama Putri Rahmadani.
Veririanus mengatakan, kunjungannya kali ini adalah bagian dari pendampingan fraksinya terhadap program pengentasan stunting yang telah dilaksanakan sejak Mei lalu.
Tak hanya mendampingi, implementasi kontribusi F-PDIP juga termasuk pemberian bantuan (nutrisi) melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting pada Anak di Bawah Dua Tahun alias program GENTING BADUTA, yang kali ini difokuskan di Desa Luk Sagu.

“Mungkin, bantuan dan peran yang kami berikan tidak seberapa. Tapi di balik semua itu, kami ingin bekerja nyata untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi anak-anak di daerah, sehingga Bangkep bisa terlepas dari jeratan stunting,” ungkap Veririnus kepada awak media ini, Kamis 23 Oktober 2025.
F-PDIP, sambungnya, memberi perhatian besar terhadap tumbuh kembang anak-anak di Bangkep. Bagi Veririanus dan kawan-kawan, anak-anak adalah investasi masa depan daerah.
“Tersirat harapan dari perhatian yang kami berikan hari ini agar bisa meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan Bangkep,” harapnya.
Lebih lanjut jelasnya, F-PDIP akan terus menggulirkan gerakan serupa. Tidak hanya di Luk Sagu, namun bisa menyasar lebih banyak anak se-anteru Pulau Peling.
Untuk efektivitas gerakan ini, F-PDIP membuka diri kepada banyak pihak untuk berkolaborasi. Kepentingannya jelas, demi mendorong kualitas tumbuh kembang generasi penerus.
“Mereka (anak-anak) adalah figus-figur calon pemimpin dan pemangku kepentingan di masa depan. Perhatian terhadap kualitas kesehatan mereka harus di mulai dari sekarang,” serunya.
Veririanus berharap, semua pihak bisa bersama-sama berperan aktif dalam menekan angka stunting demi terciptanya generasi berkualitas, unggul, dan berdaya saing.***














