GLOBAL – Bentrokan meletus di Istanbul, Turki. Polisi terpaksa menembakkan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan massa yang memprotes sebuah majalah yang telah menerbitkan kartun Nabi Muhammad SAW, Selasa 1 Juli 225.
Bentrokan terjadi setelah jaksa agung Istanbul memerintahkan penangkapan para editor majalah LeMan dengan alasan telah menerbitkan kartun yang secara terbuka menghina nilai-nilai agama.
Pemimpin redaksi majalah tersebut Tuncay Akgun mengatakan, gambar tersebut telah disalahartikan. “Kartun ini sama sekali bukan karikatur Nabi Muhammad,” katanya seperti dikutip dari artikel The Guardian.
Dalam karya ini, nama seorang Muslim yang terbunuh dalam pemboman Israel difiksikan sebagai Muhammad. Lebih dari 200 juta orang di dunia Islam bernama Muhammad.
“Itu tidak ada hubungannya dengan Nabi Muhammad. Kami tidak akan pernah mengambil risiko seperti itu,” tegas Akgun.
Saat berita itu tersiar, puluhan pengunjuk rasa yang marah menyerang sebuah bar. Bar itu diklaim adalah langganan yang sering dikunjungi oleh staf LeMan di pusat kota Istanbul hingga berujung perkelahian pengunjuk rasa dengan polisi. Perkelahian itu dengan cepat berubah menjadi bentrokan yang melibatkan antara 250 hingga 300 orang.
Didirikan pada tahun 1991, LeMan terkenal dengan sindiran politiknya dan telah lama menjadi kutukan kaum konservatif, terutama setelah dukungannya terhadap Charlie Hebdo Prancis setelah kantornya di Paris diserang pada tahun 2015 oleh orang-orang bersenjata dari kalangan Islam. Insiden itu menewaskan 12 orang setelah majalah tersebut menerbitkan karikatur Nabi Muhammad.
Menteri Dalam Negeri Turki Ali Yerlikaya mengatakan, polisi telah menangkap kartunis yang bertanggung jawab atas gambar tersebut serta desainer grafis LeMan.
“Orang bernama DP yang membuat gambar keji ini telah ditangkap dan ditahan,” tulisnya, seraya menambahkan: “Orang-orang yang tidak tahu malu ini akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan hukum.”
Sementara itu, pihak lain yang disebutkan dalam surat perintah penangkapan adalah pemimpin redaksi LeMan.
Dalam serangkaian postingnya, LeMan membela kartun tersebut dan mengatakan jika kartun dimasud sengaja disalahartikan untuk menimbulkan provokasi.
“Kartunis tersebut ingin menggambarkan kebenaran kaum Muslim yang tertindas dengan menggambarkan seorang Muslim yang dibunuh oleh Israel, ia tidak pernah bermaksud meremehkan nilai-nilai agama,” katanya.
“Kami tidak menerima stigma yang diberikan kepada kami karena tidak ada penggambaran tentang nabi kami. Diperlukan orang yang sangat jahat untuk menafsirkan kartun tersebut dengan cara seperti ini. Kami mohon maaf kepada para pembaca yang bermaksud baik yang kami rasa menjadi sasaran provokasi,” tambahnya.
Menteri Kehakiman Turki Yilmaz Tunc mengatakan, penyelidikan telah dibuka atas dasar penghinaan publik terhadap nilai-nilai agama.
“Tidak menghormati keyakinan kami tidak pernah dapat diterima,” tulisnya di akun X.
“Tidak ada kebebasan yang memberikan hak untuk menjadikan nilai-nilai sakral suatu keyakinan sebagai bahan lelucon yang buruk. Karikatur atau bentuk representasi visual apa pun dari nabi kami tidak hanya merusak nilai-nilai agama kami tetapi juga merusak kedamaian masyarakat,” kecam dia.
Gubernur Istanbul Davut Gul juga mengecam. “mentalitas yang berusaha memprovokasi masyarakat dengan menyerang nilai-nilai sakral kami. Kami tidak akan tinggal diam dalam menghadapi tindakan keji apa pun yang menargetkan keyakinan bangsa kami,” serunya.***














