BANGGAI – Bupati Banggai Laut (Balut), Sulawesi Tengah (Sulteng), Sofyan Kaepa mengukuhkan ketua sekaligus pengurus dua organisasi sayap pemerintah daerah (Pemda).
Kedua organisasi dimaksud adalah Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Balut masa bhakti 2025-2030.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna H M Ali Hamid pada Selasa 19 Agustus 2025 ini tak hanya dihadiri Bupati Sofyan Kaepa, ketua serta pengurus PKK dan Dekranasda saja.
Hadir juga Wakil Bupati (Wabup) Ablit H Ilyas, Sekretaris Daerah (Sekda) Ruslan Tolani, Ketua DPRD Patwan Kuba, Kajari, Kapolsek, Kemenag, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga tokoh masyarakat.
Pasca dikukuhkan, TP-PKK dan Dekranasda Balut akan dipimpin Ny Waode Safia Sofyan Kaepa untuk lima tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Bupati Sofyan mengatakan, PKK dan Dekranasda merupakan bagian dari pemerintahan Balut yang telah berkontribusi mendorong kemajuan daerah.
“Organisasi sayap ini telah banyak berkontribusi dalam tumbuh kembang Banggai Laut sesuai dengan visi misi pemerintah daerah (Pemda),” ungkap bupati dua periode ini.
PKK, sambungnya, memiliki tugas dan tanggungjawab meningkatkan kualitas hidup keluarga melalui pemberdayaan dan pendampingan. Terutama, dalam menekan angka stunting yang berpotensi terus naik searah dengan meningkatkanya angka kelahiran.
Sementara terkait Dekranasda, Sofyan meminta para pengurus agar berinovasi dengan mengedepankan kearifan lokal. Salah satunya mempromosikan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang memanfaatkan potensi sumber daya lokal. Capaian akhirnya adalah, peningkatan ekonomi kerakyatan.
“Saya percaya PKK dan Dekranasda mampu mendorong pembangunan dan perekonomian Banggai Laut,” ucap Sofyan.

Sementara itu, Ketua TP-PKK dan Dekranasda Balut periode 2025-2030, Ny Waode Safia Sofyan Kaepa mengucapkan apresiasi atas dukungan Pemda terhadap organisasi pimpinannya.
Selanjutnya, Safia menekankan seluruh anggotannya supaya tidak mempertontonkan kemewahan. Terutama saat bersosialisasi dengan masyarakat pada pelaksanaan program.
“Bukan membatasi, tapi kita dituntut untuk berpenampilan sederhana. Meskipun punya banyak cincin, jangan dipakai di semua jari, cukup satu, atau cincin nikah saja,” tekannya.
Dia optimistis, dengan kesederhanaan, PKK dan Dekranasda bisa secara maksimal mendukung seluruh program pemerintah sesuai visi misi kepala daerah.***














