SALAKAN – Pemerintah tak henti memberi pehatian serius terhadap program pengentasan stunting. Di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah (Sulteng), pemerintah daerah (Pemda) setempat mulai menerapkan opsi baru dengan melibatkan Kader Pembangunan Manusia (KPM).
Staf Ahli Tomy Luasusun mewakili Bupati Bangkep dalam sambutannya di kegiatan pembinaan KPM mengatakan, KPM memiliki peran strategis dalam menekan angka gagal tumbuh terhadap balita di Pulau Peling.
Olehnya, pembinaan sangatlah penting sebelum turun ke lapangan. Sebab, ada beberapa tugas dan fungsi yang akan dijalankan KPM.
Diantaranya pembuatan laporan konvergensi pencegahan stunting di desa hingga pada pengoperasian aplikasi eHDW. eHDW atau electronic Human Development Worker adalah aplikasi yang dikembangkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) untuk mendukung upaya pencegahan stunting di tingkat desa.
“Untuk memastikan layanan tersedia di desa dan dimanfaatkan oleh masyarakat diperlukan adanya tenaga yang berasal dari masyarakat sendiri. Terutama yang peduli dengan pembangunan manusia di desa,” katanya, Selasa 1 Jui 2025 sebagaimana dilihat dari postingan di laman resmi Pemda Bangkep.
Sebelum bertugas, sambungnya, KPM akan melalui tahapan pelatihan secara paralel untuk kelancaran pelaksanaan program.
Edukasi juga diberikan kepada para kepala, aparatur desa, hingga lembaga yang ada di desa, termasuk tokoh masyarakat.
Sementara pemerintah kecamatan diamanatkan supaya bekerjasama dengan puskesmas agar bisa menyelenggarakan pelatihan tentang pentingnya penanganan stunting.***














