banner 728x90

F-Demokrat DPRD Bangkep Harapkan Realisasi APBD Jawab Kebutuhan Rakyat

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Bangkep, Nancy Dunda
banner 500x50

BANGKEP – Fraksi Demokrat (F-Demokrat) DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah (Sulteng) mengharapkan realisasi program Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berdampak luas untuk kepentingan masyarakat.

Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Bangkep, Nancy Dunda saat membacakan pandangan akhir fraksinya dalam rapat paripurna laporan Badan Anggaran (Banggar) atas hasil pembahasan dan penelitian dokumen Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2025, Senin 1 September 2025.

Pembahasan KUA-PPAS, kata Nancy, merupakan salah satu agenda rutin daerah yang penyusunannya merujuk pada ketentuan perundang-undangan.

“Agenda ini bagian dari tahapan sistem pengelolaan keuangan dalam rangka terlaksananya penatausahaan keuangan daerah secara optimal, transparan dan akuntabel,” katanya.

Oleh karena itu, F-Demokrat berharap realisasi kebijakan pemerintah daerah (Pemda) melalui pelaksanaan APBD ke depan mencapai hasil efektif.

“Sehingga sasaran yang akan dicapai dapat terealisasi, tepat waktu, dan memberikan asas manfaat yang seluas-luasnya, juga berpengaruh besar untuk daerah,” ungkap srikandi Parlemen Trikora asal daerah pilih (Dapil) I ini.

Kesimpulan akhirnya, F-Demokrat mangapresiasi sekaligus menerima kerja-kerja Banggar atas hasil pembahasan dan penelitian dokumen Perubahan KUA-PPAS Tahun 2025. 

Nancy yang ditemui awak media usai rapat paripurna menambahkan, F-Demokrat sadar betul atas kondisi daerah. Lemahnya kemampuan fiskal daerah menghambat upaya pemerintah dalam melakukan percepatan pembangunan.

Olehnya, eksekutif bersama legislatif harus benar-benar selektif dalam menentukan arah kebijakan. Khususnya terhadap program-program skala prioritas dengan berupaya mengefisiensi anggaran dari kegiatan yang tidak penting.

“Selain berupaya melobi untuk membuka ruang masuknya anggaran dari luar daerah, harus ada alternatif lain, salah satunya tidak membuang-buang anggaran untuk program yang tidak jelas asas manfaatnya bagi rakyat,” tekannya.***

banner 325x300
banner 250x100
error: Content is protected !!